Langsung ke konten utama

Makalah Organisasi_ Mr. Jebruk

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pengorganisasian ( Organizing )
Dalam pengorganisasian ada dua batasan, yaitu “organization”sebagai kata benda, “organizing”sebagai kata kerja yang menunjuk pada serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis. Pengorganisasian merupakan kegiatan dasar dari manajemen dilaksanakan untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses.
Pengorganisasian adalah langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan, menetapkan tugas-tugas pokok, wewenang dan pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staf dalam rangka mencapai tujuan organsasi. Menurut beberapa ahli, definisi pengorganisasian ada 4 kategori :
1.      Organisasi dalam arti Statis,yaitu organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan kerjasama dijalankan antara orang-orang yang terdapat dalam suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan.
2.       Organisasi dalam arti Dinamis, yaitu setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organis, mengadakan depatemenisasi, menetapkan wewenang, tugas dan tanggung jawab dari orang-orang dari suatu badan/organisasi. Atau disingkat sebagai kegiatan-kegiatan mengorganisir yaitu menetapkan kegiatan susunan suatu organisasi suatu usaha.
3.      Organisasi Formal, yaitu kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta hubungan kerja yang rasional.
4.      Organisasi Informal, yaitu kumpulan dari dua orang atau lebih yang terlibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
Menurut Drs. B. Suryosubroto dalam bukunya Manajemen Pendidikan di Sekolah, menyatakan bahwa pengorganisasian di sekolah dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses untuk memilih dan memilah orang-orang (guru dan personel sekolah lainnya) serta mengalokasikan prasarana dan sarana untuk menunjang tugas orang-orang itu dalam rangka mencapai tujuan sekolah.
Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. Dalam kegiatan sekolah sehari-hari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapan dan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seorang pemimpin. Oleh karena itu, setelah seorang kepala sekolah mempunyai perencanaan yang matang, dia akan melakukan pengorganisasian dengan menyusun tugas dan tanggung jawab para personil dalam organisasi.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian, antara lain ialah bahwa pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab, hendaknya disesuaikan dengan  pengalaman, bakat, minat, pengetahuan, dan kepribadian setiap orang yang diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.
Pengorganisasian itu adalah fungsi manajemen yang mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1.      Adanya pembagian kerja (job description) yang jelas.
2.      Pembagian aktivitas menurut level kekuasaan dan tanggung jawab.
3.      Pembagian dan pengelompokan tugas menurut mekanisme koordinasi kegiatan individu dan kelompok.
4.      Pengaturan hubungan kerja antar anggota organisasi.

B.     Asas-asas Pengorganisasian
Hadari Nawawi menjelasakan mengemukakan beberapa asas dalam Organisasi diantaranya adalah :
a.       Organisasi harus profesional, yaitu pembagian satuan kebutuhan sesuai dengan yang kebutuhan.
b.      Pengelompokkan satuan kerja harus menggambarkan pembagian kerja.
c.       Organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab.
d.      Organisasi harus mencerminkan rentangan kontrol.
e.       Organisasi harus mengandung satuan perintah.
f.       Organisasi harus fleksibel dan seimbang.

C.    Bentuk-bentuk Pengorganisasian ( Organizing )
Dilihat dari segi pembagian kegiatan dan pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang maka organisasi dibagi menjadi 3 bentuk :
1.      Organisasi Lini
Yaitu organisasi yang pembagian tugas dan wewenang terdapat perbdaan yang tegas antara pimpinan dan pelaksana. Peran pimpinan dalam hal ini sangat dominan dimana semua kekuasaan ditangan pimpinan. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan kegiatan yang utama adalah wewenag dan perintah.
Bentuk organisasi seperti ini sangat efektif karena keputusan-keputusan cepat diambil dan dilaksanakan. Akan tetapi organisasi semacam ini kurang manusiawi karena menganggap bawahannya layaknya robot.

2.      Organisasi Staf
Yaitu organisasi yang mana  para staf tidak hanya berperan sebagai pelaksana perintah namun juga sebagai pembantu pimpinan. Bentuk organisasi ada karena banyaknya masalah dalam organisasi sehingga pimpinan tidak mampu untuk mengatasi semua masalh sehingga memerlukan bantuan orang lain. Keputusan yang diperoleh lebih baik namun membutuhkan waktu yang lama.
3.      Organisasi Lini dan Staf
Organisaisi ini merupakan gabungan dari organisasi terdahulu ( lini dan staf ). Dalam hal ini staf bukan sekedar pelaksana tugas tapi juga diberikan wewenang untuk memberikan masukan demi tercapainya tujuan secara baik. Demikin juga pimpinan tiak hanya sekedar memerintah atau nasehat, tapi juga bertanggung jawab atas perintah dan nasehat tersebut.
Keuntungan organisasi antara lain adalah keputusan yang diambil oleh pimpinan lebih baik karena telah dipikirkan sejumlah orang dan tanggung jawab pimpinan berkurang karena mendapat bantuan dan dukungan dari staf.   



Komentar

Postingan populer dari blog ini

metode pengajaran bahasa Arab- thariqah As-sam'iyah As-syafawiyah

THARIQAH AL-QAWA`ID WA TARJAMAH A.    Sejarah Metode Gramatika Tarjamah (Thariqah Al-Qawa’id Watarjamah) Cikal bakal metode ini dapat di rujuk ke abad kebangkitan Eropa (abad 15) ketika banyak sekolah dan universitas di Eropa mengharuskan pelajarannya belajar bahasa latin karena di anggap mempunyai “nilai pendidikan yang tinggi” guna mempelajari teks-teks klasik.metode ini merupakan penerminan yang tepat dari cara bahasa-bahasa yunani kuno dan latin diajarkan selama berabad-abad. Akan tetapi,penamaan metode klasik ini dengan “Grammar Translation Method” baru dikenal pada abad 19,ketika metode ini digunakan untuk pengajaran bahasa arab baik di negara-negara Arab maupun di negara-negara islam lainnya termasuk indonesia sampai akhir abad19. Berabad-abad yang lalu hanya sedikit metodelogi pengajaran bahasa yang di landasi teori belajar bahasa. Pada awalnya di dunia barat pengajaran bahasa asing di sekolah-sekolah di samakan dengan pengajaran bahasa yunani d...

MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN (Penelitian Bahasa Arab)

MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN (Metode Penelitian Bahasa Arab) A.     Pengertian Masalah Penelitian Masalah merupakan perihal yang subtansial dan krusial dalam kegiatan penelitian. Menurut Ary (1979), penelitian yang sistematis diawali dengan persoalan. Jhon Dewey menegaskan bahwa langkah pertama dalam metode ilmiah adalah pengkuan akan adanya kesulitan, hambatan, atau masalah yang membingungkan peneliti. Masalah merupakan sesuatu yang memerlukan jawaban, penjelasan, atau pemecahan (Ibnu, 2003). Dalam perspektif peneliti, masalah muncul karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan dan kesenjangan tersebut belum diketahui jawabannya. Masalah penelitian atau dalam bahasa Arab disebut musykilah mengacu pada ada tidaknya suatu kesulitan, kekurangan, atau kesalahan. Apabila kita menghadapi hal ini maka berarti kita dapat mengatakan bahwa hal itu merupakan suatu masalah. Sebagai gambaran dari uraian diatas, apabila kenyataan menunjukkan bahwa ...

Rancangan Penelian Deskriptif (Penelitian Bahasa Arab)

RANCANGAN PENELITAN DESKRIPTIF (Metode Penelitian Bahasa Arab) Rancangan deskriptif awal mula digunakan pada akhir abad ke 18, yaitu digunakan untuk mendeskripsikan rumah tahanan di Inggris yang selajutnya digunakan untuk dibandingkan dengan rumah tahanan di Jerman dan Prancis. Rancangan deskriptif adalah suatu rancangan penelitian yang menggambarkan variabel atau kondisi seperti apa adanya dalam suatu situasi. Menurut Best (1997) , di dalam rancangan deskriptif ini juga tercakup suatu usaha pemberian, pencatatan, penganalisaan, dan penginterprestasian kondisi-kondisi yang terjadi. Pernyataan ini dipertegas oleh Nazir (1988), bahwa rancangan deskriptif adalah suatu metode untuk meneliti suatu status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan...