Langsung ke konten utama

Rancangan Penelitian Sejarah (Penelitian Pendidikan Bahasa Arab)

RANCANGAN PENELITIAN SEJARAH (Al-Uslub At-Tharikhi)
(Metode Penelitian Bahasa Arab)




Hasil gambar untuk gambar bahasa arab






A.     Konsep Penelitian Sejarah
Penelitian sejarah atau historis adalah suatu penelitian yang berusaha untuk menetapkan fakta dan mencapai kesimpulan mengenai hal-hal yang telah lalu. Dalam hal ini para pakar sejarah mendeskripsikan (mencari, mengevaluasi, dan menafsikan) berbagai bukti yang dapat dijadikan landasan untuk mengkaji masa lalu. Berdasarkan bukti yang dikumpulkan untuk diteliti, ahli sejarah mengambil suatu kesimpulan mengenai hal-hal yang terjadi pada masa lalu sehingga diperoleh suatu pengetahuan tentang bagaimana dan mengapa peristiwa itu terjadi pada masa lalu serta bagaimana proses pada masa lalu itu menjadi masa kini.
Pernyataan diatas dipertegas oleh Ubaidat (1987), bahwa dalam rancangan sejarah ini, peneliti mengumpulkan berbagai fakta dan data melalui kajian terhadap dokumen dan berbagai peninggalan yang ada. Menurut Nazir (1988), penelitian denga metode sejarah ini dilihat dari segi perspektif waktu terjadinya fenomena-fenomena yang diselidiki. Selanjutnya dia menegaskan bahwa banyak juga para ahli yang mempersamakan metode/rancangan sejarah dengan metode documenter, karena dalam metode sejarah banyak data yang didasarkan pada dokumen-dokumen. Akan tetapi, dia berpendapat bahwa metode sejarah tidak sama dengan metode documenter, karena metode documenter dapat saja mengenai masalah kini dan tidak perlu mengenai masalah masa lalu.
Dalam konteks bahasa dan sastra Arab, metode atau rancangan sejarah ini dapat digunakan untuk mengkaji sejarah munculnya beragam dialek Arab pada berbagai suku yang ada, mengkaji naskah-naskah Arab kuno atau mengkaji naskah-naskah sastra Arab klasik dan mengkaji sistem (jenis dan motif) otografi Arab pada situs-situs makam para wali songo maupun makam-makam tokoh penyebar agama Islam pada masa lalu. Dalam pembelajaran bahasa Arab tema yang dapat diangkat sebagai penelitian sejarah misalnya penelitian tentang strategi pembelajaran bahasa Arab yang khas digunakan oleh guru-guru pada masa pra kemerdekaan.
B.     Ciri-ciri Penelitian Sejarah
Menurut Nazir (1988), rancangan atau metode sejarah memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Metode sejarah ini lebih banyak menggantungkan diri pada data yang diamati orang lain dimasa-masa lampau.
b.      Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data primer dibandingkan data sekunder. Bobot data harus dikritik, baik secara internal maupun eksternal.
c.       Metode sejarah mencari data secara lebih tuntas serta menggali informasi yang lebih tua yang tidak diterbitkan ataupun yang dikutip dalam bahan acuan yang standar.
d.      Sumber data yang dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang, tempat, dan waktu. Sumber tersebut harus diuji kebenaran dan keasliannya. Fakta harus dibenarkan oleh sekurang-kurangnya dua saksi yang tidak pernah berhubungan.

C.     Sumber Primer dan Sekunder
Dalam penelitian sejarah, sumber sejarh dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah tempat gudang penyimpan yang orisinal dari data sejarah (Nazir, 1988). Ary, et all. (1979) memberikan contoh sumber primer misalnya dokumen, relif, peninggalan, atau artifak yang orisinal. Sumber-sumber ini adalah hasil penelitian sejarah merupakan sumber-sumber dasar dan bukti atau saksi utama dari kejadian yang lalu.
Sementara itu, sumber sekunder (sumber kedua) merupakan pikiran orang lain atau catatan tentang adanya suatu peristiwa ataupun catatan-catatan yang jaraknya telah jauh dari sumber orisinal. Ary. Et all (1979) memberikan contoh sumber sekunder misalnya buku sejarah, artikel dalam ensiklopedia, dan bahasan hasil penelitian. Dalam penelitian sejarah, apabila didapati sumber primer, maka penggunaan sumber sekunder merupakan kesalahan yang besar sekali. Pernyataan ini didasarkan adanya kekhawatiran distorsi akibat transmisi keterangan yang berdampak pada kesalahan tafsir terhadap fenomena sejarah dimasa lalu.
D.    Jenis Penelitian Sejarah
Penelitian sejarah dapat dibagi atas tempat empat jenis, yaitu penelitian sejarah komparatif, penelitian yuridis, penelitian sejarah komparatif, dan penelitian bibiliografis (Nazir, 1988). Yang dimaksud dengan penelitian sejarah Komparatif adalah suatu penelitian untuk membandingkan berbagai variabel dari fenomena sejenis pada suatu priode di masa lampau. Misalnya peneliti membandingkan sistem pembelajaran bahasa Arab di Jawa dan Malaysia pada masa kerajaan Mataram.
Penelitian Yuridis adalah suatu penelitian yang mengkaji perihal hukum (formal maupun non formal) pada masa lalu. Penelitian Biografis adalah suatu penelitian yang mengkaji kehidupan seseorang dan hubungannya dengan masyarakat. Dalam penelitian aspek-aspek yang dikaji misalnya sifat-sifat, watak pengaruh orang tersebut terhadap lingkungan masyarakatnya, dan lain-lain. Sumber yang diakses misalnya surat-surat pribadi, buku harian, hasil karya, karangan-karangan atau catatan temannya tentang figur seorang yang diteliti. Sementara itu, penelitian Bibiliografis adalah suatu penelitian untuk mencari, menganalisa, membuat interprestasi, generalisasi dari fakta-fakta yang merupakan pendapat para ahli dalam suatu masalah.
E.     Kritik Terhadap Metode Sejarah

Dalam penelitian sejarah, orisinalitas suatu sumber sejarah merupakan persoalan yang esensial untuk dikritisi. Ada dua hal pokok yang perlu dikritisi agar hasil yang diperleh sahih adanya. Yaitu apa yang disebut dengan kritik eksternal dan internal. Dalam kritik eksternal , peneliti harus mempertanyakan keaslian sumber atau buktiang diteliti, sedangkan kritik internal lebih menekankan pada evaluasi terhadap nilai atau bukti sejarah, misalnya apakah dokumen itu memberikan laporan yang sebenarnya tentang kejadian itu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metode pengajaran bahasa Arab- thariqah As-sam'iyah As-syafawiyah

THARIQAH AL-QAWA`ID WA TARJAMAH A.    Sejarah Metode Gramatika Tarjamah (Thariqah Al-Qawa’id Watarjamah) Cikal bakal metode ini dapat di rujuk ke abad kebangkitan Eropa (abad 15) ketika banyak sekolah dan universitas di Eropa mengharuskan pelajarannya belajar bahasa latin karena di anggap mempunyai “nilai pendidikan yang tinggi” guna mempelajari teks-teks klasik.metode ini merupakan penerminan yang tepat dari cara bahasa-bahasa yunani kuno dan latin diajarkan selama berabad-abad. Akan tetapi,penamaan metode klasik ini dengan “Grammar Translation Method” baru dikenal pada abad 19,ketika metode ini digunakan untuk pengajaran bahasa arab baik di negara-negara Arab maupun di negara-negara islam lainnya termasuk indonesia sampai akhir abad19. Berabad-abad yang lalu hanya sedikit metodelogi pengajaran bahasa yang di landasi teori belajar bahasa. Pada awalnya di dunia barat pengajaran bahasa asing di sekolah-sekolah di samakan dengan pengajaran bahasa yunani d...

MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN (Penelitian Bahasa Arab)

MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN (Metode Penelitian Bahasa Arab) A.     Pengertian Masalah Penelitian Masalah merupakan perihal yang subtansial dan krusial dalam kegiatan penelitian. Menurut Ary (1979), penelitian yang sistematis diawali dengan persoalan. Jhon Dewey menegaskan bahwa langkah pertama dalam metode ilmiah adalah pengkuan akan adanya kesulitan, hambatan, atau masalah yang membingungkan peneliti. Masalah merupakan sesuatu yang memerlukan jawaban, penjelasan, atau pemecahan (Ibnu, 2003). Dalam perspektif peneliti, masalah muncul karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan dan kesenjangan tersebut belum diketahui jawabannya. Masalah penelitian atau dalam bahasa Arab disebut musykilah mengacu pada ada tidaknya suatu kesulitan, kekurangan, atau kesalahan. Apabila kita menghadapi hal ini maka berarti kita dapat mengatakan bahwa hal itu merupakan suatu masalah. Sebagai gambaran dari uraian diatas, apabila kenyataan menunjukkan bahwa ...

Rancangan Penelian Deskriptif (Penelitian Bahasa Arab)

RANCANGAN PENELITAN DESKRIPTIF (Metode Penelitian Bahasa Arab) Rancangan deskriptif awal mula digunakan pada akhir abad ke 18, yaitu digunakan untuk mendeskripsikan rumah tahanan di Inggris yang selajutnya digunakan untuk dibandingkan dengan rumah tahanan di Jerman dan Prancis. Rancangan deskriptif adalah suatu rancangan penelitian yang menggambarkan variabel atau kondisi seperti apa adanya dalam suatu situasi. Menurut Best (1997) , di dalam rancangan deskriptif ini juga tercakup suatu usaha pemberian, pencatatan, penganalisaan, dan penginterprestasian kondisi-kondisi yang terjadi. Pernyataan ini dipertegas oleh Nazir (1988), bahwa rancangan deskriptif adalah suatu metode untuk meneliti suatu status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan...