Langsung ke konten utama

bloggue



Glosarium
Akuntabilitas adalah pertanggungjawaban yang harus diberikan oleh suatu lembaga atau seseorang mengenai apa yang sedang dan apa yang sudah dilakukannya baik dari segi akademik, financial, legal, pelayanan kurikulum, dan dampak dari kurikulum.
Criteria-Based Evaluation adalah kelompok model evaluasi kurikulum yang menetapkan kriteria berkenaan dengan suatu kurikulum, tidak terpaku pada tujuan semata.
Dampak adalah sesuatu yang diakibatkan dari proses pelaksanaan dan hasil suatu kurikulum.
Evaluasi Konteks  adalah evaluasi kurikulum yang memfokuskan pekerjaan kepada kondisi dan situasi yang ada disuatu satuan pendidikan.
Evaluasi Kurikulum adalah usaha sistematis mengumpulkan informasi mengenai pengembangan suatu kurikulum untuk digunakan sebagai pertimbangan mengenai nilai dan arti dari kurikulum dalam suatu konteks tertentu.
Evaluan adalah kurikulum atau lembaga yang menjadi objek evaluasi.
Evaluasi Eksternal adalah evaluasi yang dilakukan oleh evaluator yang tidak memiliki keterkaitan dengan evaluan baik secara administrative maupun secara akademik.
Evaluasi Formatif adalah fungsi evaluasi untuk memberikan informasi dan pertimbangan yang berkenaan dengan upaya untuk memperbaiki suatu kurikulum (curriculum improment).
Evaluasi Internal adalah evaluasi yang dilakukan oleh evaluator yang berstatus sebagai anggota tim pengembang kurikulum atau anggota entity yang menjadi evaluan.
Evaluasi Sumatif adalah evaluasi kuriulum untuk memberikan pertimbangan terhadap hasil pengembangan kuriulum.
Fidelity adalah pendekatan yang menggunakan criteria yang dikembangkan dari karakteristik kurikulum yang dijadikan evaluan.
Goal-Based Evaluation adalah kelompok model evaluasi kurikulum yang membatasi kajiannya pada tujuan yang tercantum pada kurikulum.
Goal-Free Evaluation adalah model kurikulum yang dikembangkan oleh Scriven dimana evaluator tidak membatasi kajian evaluasinya hanya pada goal yang tercantum dalam kurikulum.
Ide Kurikulum adalah landasan filosofi, teori, dan model yang digunakan untuk mengembangkan kurikulum sebagai dokumen dan proses.
Implementasi Kurikulum adalah suatu proses realisasi rencana yang terdapat pada dokumen kurikulum dalam suatu proses pembelajaran.
Kompetensi Dasar adalah kompetensi minimal yang harus dikuasai peserta didik pada suatu pokok bahasan, dan dasar bagi pengembang konten KTSP.
Kriteria Proses adalah pendekatan yang menggunakan kriteria yang dikembangakan sepenuhnya dari para pelaksana pengembang kurikulum yang menjadi evaluan.
Konstruksi Kurikulum adalah suatu proses kegiatan yang sistematis untuk mengahasilkan dokumen kurikulum.
Merit adalah nilai yang dimiliki suatu kurikulum secara internal dan tidak dihubungkan dengan konteks tertentu.
Model Evaluasi Kurikulum adalah cara pandang yang menyangkut ruang lingkup dan aspek yang dianggap penting sebagai fokus evaluasi kurikulum.
Monitoring adalah evaluasi terhadap proses kurikulum untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan dan memperkuat keunggulan pelaksanaan kurikulum.
Mutually adaptive adalah pendekatan yang menggunakan criteria gabungan antara yang dikembangkan dari karakteristik kurikulum denan apa yang dikemukakan para pelaksana pengembangan kurikulum yang dijadikan evaluan.
Needs assessment adalah suatu proses yang sistematis untuk mengidentifikasi kesenjangan kebutuhan antara apa yang diinginkan dengan apa yang dimiliki.
Pengembangan Kurikulum adalah suatu rangakaian kegiatan untuk menghasilkan dokumen dan proses pelaksanaan kurikulum.
Pengguna Jasa Evaluasi adalah orang atau lembaga yang akan memanfaatkan hasil evaluasi kuriulum secara langsung.
Pengukuran adalah teori dan prosedur mengenai cara menerjemahkan konstrak atau knsep menjadi suatu terukur, dapat diamati, dan diberika skor.
Pertinbangan atau judgment adalah proses pemberian nilai dan arti terhadap kurikulum yang menjadi evaluan.
Pre-Ordinate adalah pendekatan yang menggunakan kriteria umum, universal, dan tidak harus berkaitan denan karakteristik kurikukum yang dijadikan evaluan.
Prinsip adalah suatu kaidah yang harus dipenuhi oelh evaluator kurikulum yakni evaluasi dilakukan untuk memberikan bantuan bagi pengguan jasa, dilakukan secara objektif, tidak menyakiti perasaan pengguna jasa evaluasi dan pelaksana kurikulum, tidak ditujukan unutk mencari kesalahan, komprehensif, tepat waktu, efisien, “politically viable”, “administratively suitable”.
Prosedur adalah langkah-langkah teratur dan tertib yang harus ditempuh evaluator pada waktu melakukan evaluasi kurikulum.
Standar adalah prinsip atau jenjang kemampuan yang disepakati bersama antara professional dibidang evaluasi kurikulum atau antara evaluator dengan pengguna jasa evaluasi.
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah standar minimal lulusan yang harus dimiliki setiap peserta didik pada suatu jenjang sekolah, dan dasar bagi pengembang soal-soal ujian nasional.
Standar Kompetensi adalah kompetensi minimal yang harus dimiliki peserta didik untuk suatu kelas atau semester terdiri atas beberapa kmpetensi dasar, ditetapkan dalam peraturan menteri mengenai standar isi.
Tes adalah seperangkat pertanyaan yang didesain secara khusus untuk mengukur suatu hasil konstrak tertentu dan dilaksanakna dengan prosedur tertentu.
Tujuan adalah harapan mengenai arah dari pemanfaatan hasil evaluasi kurikulum oleh pengguna jasa evaluasi.
Worth adalah harga yang dimiliki suatu kurikulum yang dihubungkan dengan konteks tertentu dimana kurikulum itu dilaksanakan.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metode pengajaran bahasa Arab- thariqah As-sam'iyah As-syafawiyah

THARIQAH AL-QAWA`ID WA TARJAMAH A.    Sejarah Metode Gramatika Tarjamah (Thariqah Al-Qawa’id Watarjamah) Cikal bakal metode ini dapat di rujuk ke abad kebangkitan Eropa (abad 15) ketika banyak sekolah dan universitas di Eropa mengharuskan pelajarannya belajar bahasa latin karena di anggap mempunyai “nilai pendidikan yang tinggi” guna mempelajari teks-teks klasik.metode ini merupakan penerminan yang tepat dari cara bahasa-bahasa yunani kuno dan latin diajarkan selama berabad-abad. Akan tetapi,penamaan metode klasik ini dengan “Grammar Translation Method” baru dikenal pada abad 19,ketika metode ini digunakan untuk pengajaran bahasa arab baik di negara-negara Arab maupun di negara-negara islam lainnya termasuk indonesia sampai akhir abad19. Berabad-abad yang lalu hanya sedikit metodelogi pengajaran bahasa yang di landasi teori belajar bahasa. Pada awalnya di dunia barat pengajaran bahasa asing di sekolah-sekolah di samakan dengan pengajaran bahasa yunani d...

MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN (Penelitian Bahasa Arab)

MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN (Metode Penelitian Bahasa Arab) A.     Pengertian Masalah Penelitian Masalah merupakan perihal yang subtansial dan krusial dalam kegiatan penelitian. Menurut Ary (1979), penelitian yang sistematis diawali dengan persoalan. Jhon Dewey menegaskan bahwa langkah pertama dalam metode ilmiah adalah pengkuan akan adanya kesulitan, hambatan, atau masalah yang membingungkan peneliti. Masalah merupakan sesuatu yang memerlukan jawaban, penjelasan, atau pemecahan (Ibnu, 2003). Dalam perspektif peneliti, masalah muncul karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan dan kesenjangan tersebut belum diketahui jawabannya. Masalah penelitian atau dalam bahasa Arab disebut musykilah mengacu pada ada tidaknya suatu kesulitan, kekurangan, atau kesalahan. Apabila kita menghadapi hal ini maka berarti kita dapat mengatakan bahwa hal itu merupakan suatu masalah. Sebagai gambaran dari uraian diatas, apabila kenyataan menunjukkan bahwa ...

Rancangan Penelian Deskriptif (Penelitian Bahasa Arab)

RANCANGAN PENELITAN DESKRIPTIF (Metode Penelitian Bahasa Arab) Rancangan deskriptif awal mula digunakan pada akhir abad ke 18, yaitu digunakan untuk mendeskripsikan rumah tahanan di Inggris yang selajutnya digunakan untuk dibandingkan dengan rumah tahanan di Jerman dan Prancis. Rancangan deskriptif adalah suatu rancangan penelitian yang menggambarkan variabel atau kondisi seperti apa adanya dalam suatu situasi. Menurut Best (1997) , di dalam rancangan deskriptif ini juga tercakup suatu usaha pemberian, pencatatan, penganalisaan, dan penginterprestasian kondisi-kondisi yang terjadi. Pernyataan ini dipertegas oleh Nazir (1988), bahwa rancangan deskriptif adalah suatu metode untuk meneliti suatu status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan...