Langsung ke konten utama

makalah matematika_ himpunan



 

PEMBAHASAN
A.    HIMPUNAN
1.      Definisi Himpunan
Himpunan merupakan kumpulan atau sekelompok objek yang keanggotaannya dapat didefinisikan dengan jelas.
2.      Notasi dan Anggota Himpunan
Ketentuan-ketentuan untuk menyatakan himpunan diantaranya:
a)      Nama himpunan ditulis dengan huruf besar
b)      Menyatakan anggota himpunan dengan huruf kecil
c)      Penulisan anggota himpunan dibatasi oleh dua buah kurung kurawal
d)     Pemisahan anggota satu dengan yang lainnya dengan koma
e)      Untuk menyatakan anggota selanjutnya dengan tiga buah titik
3.      Cara menyatakan suatu himpunan
a)      Dengan kata-kata
b)      Dengan notasi pembentuk himpunan
c)      Dengan mendaftar anggota-anggotanya
Contoh dengan menyatakan himpunan dengan kata-kata:
P adalah himpunan bilangan prima antara 10 dan 40.
Penyelesaian:
P = {sebelas, tigabelas, tujuh belas, sembilanbelas, dua puluh tiga, dua puluh  sembilan, tiga puluh satu, tiga puluh tujuh, tiga puluh sembilan}
   Himpunan bilangan – bilangan
1)      Himpunan bilangan asli notasinya : A= { 1,2,3,4,5,... }
2)      Himpunan bilangan bulat notasinya : B = { -3,-2,-1,0,1,2,3,... }
3)      Himpunan bilangan cacah notasinya : C = { 0,1,2,3,4,5,... }
4)      Himpunan bilangan genap notasinya : G = { 2,4,6,8,10,... }
5)      Himpunan bilangan ganjil notasinya : L = { 1,3,5,7,9,11,... }
6)      Himpunan bilangan prima notasinya : P = { 1,3,5,7,9,... }
7)      Himpunan bilangan komposit notasinya : K = { 4,6,8,10,... }
                                                                                                          
Dengan notasi pembentuk himpunan
contoh :
P : { bilangan prima antara 10 dan 40 }
Notasi :
P : { 10 < x < 40 , x E bilangan prima }
2. P : { x| x < 7, x E bilangan prima }
    P : { 1,3,5, }
    P : { 11, 13,17,19,23,29,31,37,39 }
Dengan mendaftar anggota – anggota nya :
   contoh :
P : { 0,1,2,3,4 }
           B : { -2,-1,0,1,2 }
v  Himpunan berhingga dan tak berhingga
ü  Himpunan berhingga
   Contoh : jika A adalah himpunan bilangan asli kurang dari 10
     Jawab : A : { 1,2,3,4,5,6,7,8,9 }
ü  Himpunan tak berhingga
   Contoh  : jika K adalah himpunan bilangan komposit
   Jawab : K : { 4,6,8,10,... }
ü  Himpunan kosong dan himpunan semesta
Himpunan kosong : {     } atau ɸ
 Contoh:    Mahasiswa PBA berumur 15 tahun
v  Himpunan Semesta ( S )
Contoh: jika A = { 2,3,5,7,} tentukan tiga buah himpunan semestanya!
Jawab:
S= {himpunan bilangan asli}
S= {himpunan bilangan prima}
S= {himpunan bilangan cacah}
v  Himpunan bagian ( C )
Contoh:
            A= {1,2,3}
            B= {6,7,8}
            C= {1,2,3,4,5,6,7,8}

Jawab:
           
v  Menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep himpunan
Contoh:
1)      Dalam satu kelas yang terdiri atas 40 siswa, 24 siswa gemar bermain tenis 23 siswa gemar main sepak bola dan 11 siswa gemar kedua-duanya. Gambarlah diagram venn dan keterangan tersebut. Kemudian tentukan banyak siswa.
a)      Yang gemar bermain tenis
b)      Yang gemar bermain sepak bola
c)      Yang tidak gemar kedua-duanya
2)      Dari sekelompok anak diperoleh data 23 orang suka maka makan bakso, dan mie ayam. 45 orang suka makan bakso dan 34 orang  yang suka makan ayam dan 6 orang tidak suka kedua-duanya
a)      Tentukan banyak anak dalam kelompok tersebut
Jawab:
1) yang gemar bermain tenis
     24-11 = 13 siswa
2) yang gemar bermain sepak bola
    23-11= 12 siswa
3) yang tidak gemar kedua-duanya
    40-24-11= 4 siswa
                        1) yang suka makan bakso dan mie ayam 45-23= 22
                        2) yang suka bakso 45
                        3) yang suka mie ayam 45-34=11
                        4) yang tidak suka keduanya = 6
                        banyak anak 23+ 22+11+6= 62
B.  Logika Matematika
Definisi logika metode yang diciptakan untuk meneliti ketepatan sebuah sebuah penalaran. Penalaran : suatu pemikiran yang masuk akal
ü  Pernyataan
Suatu kalimat yang bernilai salah dan benar, tetapi tidak sekaligus bernilai benar atau salah.
Contoh: jumlah titik sudut dalam kubus ada 8 (banar)
              Z adalah himpunan bilangan ganjil (salah)
              Rukun iman ada 5 perkara (salah)
ü  Kalimat terbuka
Kalimat yang memuat peubah / variabel dan menjadi pernyataan.
Contoh:
·          2 +3 = 15
·         Kota P adalah daerah wisata

ü  Negasi (ingkaran)
Jika suatu pernyataan bernilai salah maka ingkaran maka pernyataan bernilai benar, sebaliknya jika pernyataan bernilai benar maka ingkaranya bernilai salah.
Contoh:
P= 3 adalah faktor dari 10
                 ~P= 3 adalah bukan faktor 10
ü  Konjungsi, Disjungsi, Implikasi, dan Biimplikasi
P
Q
P
B
B
B
B
S
S
S
B
S
S
S
S

           
ü  Disjungsi
P
Q
P V Q

B
B
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S

ü  Implikasi
P
Q
P  Q

B
B
B
B
S
S
S
B
B
S
S
B

ü  Biimplikasi
P
Q
P   Q

B
B
B
B
S
S
S
B
S
S
S
B

ü  Konvers, Invers, dan Kontraposisi
Contohnya: jika a maka b
Maka konvers adalah jika b maka a
Invers: jika bukan a maka bukan b
Kontraposisi: jika bukan b maka bukan a

Contoh: jika  dan y bilangan ganjil maka bilangan genap, tentukan konvers, invers, dan kontraposisi.
Jawab:
Konvers: jika  bilangan genap maka  dan  bilangan ganjil
Invers: jika  dan  bukan bilangan ganjil maka  bukan bilangan genap
Kontraposisi: jika  bukan bilangan genap maka  dan y bukan bilangan ganjil.
v  Kuantor
Adalah kalimat yang mengandung kata semua, setiap, ada, dan beberapa. Kuantor terbagi menjadi dua yaitu kuantor existensial dan kuantor universal (Khusus dan Umum).
C.  Eksponen dan Logaritma
Pengertian Eksponen Bentuk an (baca : a pangkat n) disebut bentuk eksponensial atau perpangkatan dengan a disebut basis atau bilangan pokok dan n disebut eksponen atau pangkat.
Jika n adalah bilangan bulat positif, maka :

Berdasarkan penjelasan di atas maka berlaku rumus-rumus di bawah ini :
Misalkan
dan m,n adalah bilangan positif, maka:




1. Fungsi Eksponen dan Grafiknya
Fungsi eksponen merupakan pemetaan bilangan real x ke ax dengan a > 0 dan Jika a > 0 dan , maka disebut fungsi eksponen mempunyai sifat-sifat :
(i) Kurva terletak di atas sumbu x (definit positif)
(ii) Mempunyai asimtot datar y = 0 (sumbu x )
(iii) Monoton naik untuk a > 1
(iv) Monoton turun untuk 0 <>

Grafik fungsi eksponen y = ax
(i) y = ax : a > 1
(i) y = ax 0 <>

2.   Persamaan fungsi Eksponen
Ada beberapa bentuk persamaan eksponen, diantaranya adalah:

- F ( x ) = 1
- Untuk f(x) 0 dan f(x) 1, maka f(x) = g(x)
- f ( x ) = -1 asalkan f (x) dan g (x) sama-sama genap atau sama-sama ganjil,
- f ( x ) = 0 asalkan f ( x ) > 0 dan g ( x ) > 0

Contoh :
Tentukan nilai x supaya

Jawab:

3.     Pertidaksamaan Eksponen
1. f ( x ) > g ( x ), 0 > 1
2. f ( x ) <>
Contoh:

Himpunan bilangan real yang memenuhi pertidaksamaan
adalah....
Jawab:

Jadi HP = { x | x > 2 }


      D.   Rumus dan Sifat LOGARITMA
Logaritma adalah operasi matematika yang merupakan kebalikan dari eksponen atau pemangkatan.
Rumus dasar logaritma:
bc= a ditulis sebagai blog a = c (b disebut basis)
Beberapa orang menuliskan blog a = c sebagai logba = c
Rumus Logaritma Perkalian

Logaritma perkalian dua bilangan sama dengan jumlah logaritma dari masing-masing bilangan.
Rumus Logaritma Pembagian 
Logaritma pembagian dua bilangan sama dengan pengurangan logaritma pembilang numerus oleh penyebut numerus.


E.  PERSAMAAN KUADRAT
Suatu persamaan yang memiliki pangkat tertinggi adalah 2.
Bentuk-bentuk umum : ax2+bx+c  0
v  Menyelesaikan persamaan kuadrat menggunakan beberapa cara yaitu:
A. faktorisasi
     1. x2+2x-8= 0
(x+4) (x-2)= 0
  x = -4   x = 2

2. 2x2-5x-3 = 0
    (2x+1) (x-3)
    X = -1/2 atau x = 3
       B. Rumus kuadrat
            X1. X2
Contoh:
1. x2+2x-8 = 0
Jawab:
           

          x
         
         
          X1  = 2
           X2 =  = -4

F. SPLDV
Cara menyelesaikan SPLDV yaitu dengan dua cara, dengan eliminasi dan
subsitusi.
Contohnya:
a. 8x+2y = 7
b. 3x-4y = 5
jawab:
           8x+2y = 7|4| 32x+8y =28
           x-4y = 5   |2| 6x-8y      =10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metode pengajaran bahasa Arab- thariqah As-sam'iyah As-syafawiyah

THARIQAH AL-QAWA`ID WA TARJAMAH A.    Sejarah Metode Gramatika Tarjamah (Thariqah Al-Qawa’id Watarjamah) Cikal bakal metode ini dapat di rujuk ke abad kebangkitan Eropa (abad 15) ketika banyak sekolah dan universitas di Eropa mengharuskan pelajarannya belajar bahasa latin karena di anggap mempunyai “nilai pendidikan yang tinggi” guna mempelajari teks-teks klasik.metode ini merupakan penerminan yang tepat dari cara bahasa-bahasa yunani kuno dan latin diajarkan selama berabad-abad. Akan tetapi,penamaan metode klasik ini dengan “Grammar Translation Method” baru dikenal pada abad 19,ketika metode ini digunakan untuk pengajaran bahasa arab baik di negara-negara Arab maupun di negara-negara islam lainnya termasuk indonesia sampai akhir abad19. Berabad-abad yang lalu hanya sedikit metodelogi pengajaran bahasa yang di landasi teori belajar bahasa. Pada awalnya di dunia barat pengajaran bahasa asing di sekolah-sekolah di samakan dengan pengajaran bahasa yunani d...

MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN (Penelitian Bahasa Arab)

MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN (Metode Penelitian Bahasa Arab) A.     Pengertian Masalah Penelitian Masalah merupakan perihal yang subtansial dan krusial dalam kegiatan penelitian. Menurut Ary (1979), penelitian yang sistematis diawali dengan persoalan. Jhon Dewey menegaskan bahwa langkah pertama dalam metode ilmiah adalah pengkuan akan adanya kesulitan, hambatan, atau masalah yang membingungkan peneliti. Masalah merupakan sesuatu yang memerlukan jawaban, penjelasan, atau pemecahan (Ibnu, 2003). Dalam perspektif peneliti, masalah muncul karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan dan kesenjangan tersebut belum diketahui jawabannya. Masalah penelitian atau dalam bahasa Arab disebut musykilah mengacu pada ada tidaknya suatu kesulitan, kekurangan, atau kesalahan. Apabila kita menghadapi hal ini maka berarti kita dapat mengatakan bahwa hal itu merupakan suatu masalah. Sebagai gambaran dari uraian diatas, apabila kenyataan menunjukkan bahwa ...

Rancangan Penelian Deskriptif (Penelitian Bahasa Arab)

RANCANGAN PENELITAN DESKRIPTIF (Metode Penelitian Bahasa Arab) Rancangan deskriptif awal mula digunakan pada akhir abad ke 18, yaitu digunakan untuk mendeskripsikan rumah tahanan di Inggris yang selajutnya digunakan untuk dibandingkan dengan rumah tahanan di Jerman dan Prancis. Rancangan deskriptif adalah suatu rancangan penelitian yang menggambarkan variabel atau kondisi seperti apa adanya dalam suatu situasi. Menurut Best (1997) , di dalam rancangan deskriptif ini juga tercakup suatu usaha pemberian, pencatatan, penganalisaan, dan penginterprestasian kondisi-kondisi yang terjadi. Pernyataan ini dipertegas oleh Nazir (1988), bahwa rancangan deskriptif adalah suatu metode untuk meneliti suatu status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan...